To All of You,
Dengarkan Musik Ini
Super Mario Game
INFO SINGKAT
Beri Masukan Untuk Kami
|
|
Sabtu, Maret 22, 2008
JANGAN BATASI DIRI ANDA
Yang Jadi Soal Adalah Ukuran Impian Anda
Saya baru saja membaca biografi John Gokongwei, The Path of
Entrepreneurship.
Suatu kisah yang sulit dipercaya.
Tahukah Anda bahwa di ulang tahunnya yang ke-80, ia mendermakan separuh dari milyaran miliknya untuk amal? Saya ingin melakukan hal yang sama persis ketika saya berusia 80. (Saya masih punya waktu beberapa tahun untuk menghasilkan milyaran saya.)
Beberapa minggu lalu, saya mengunjungi Universitas San Carlos di Cebu.
Saya melihat dengan mata kepala sendiri sebuah bangunan sekolah yang indah dan besar sekali yang didonasikan oleh John Gokongwei - seharga 150 juta Peso. Ia juga mendonasikan beberapa bangunan kepada Ateneo de Manila dan Sekolah Hati Kudus di Cebu.
Lumayan bagi seorang pria yang biasa menjual kacang di halaman belakang rumahnya.
Sebenarnya, John Gokongwei terlahir di sebuah keluarga kaya. Ayahnya memiliki serentetan bioskop. Seorang supir pribadi mengantarnya ke sekolah. Dan di sekolah, ia memiliki banyak sekali teman karena ia akan mengundang mereka untuk menonton film gratis. Tapi ketika ia berusia 13, ayahnya meninggal secara mendadak karena sakit thypus. Karena kejayaan ayahnya dibangun atas hutang, mereka kehilangan segalanya - semua bisnis, rumah, semua mobil...
"Ketika tak ada lagi nonton gratis, saya kehilangan separuh dari teman-teman saya," katanya.
Ketika John harus berjalan sejauh 2 mil ke sekolah untuk pertama kalinya, ia mengadu sambil menangis pada ibunya. Tapi ibunya berkata, "Kamu harus merasa beruntung. Beberapa orang tidak punya sepatu untuk berjalan ke sekolah."
John yang baru berusia 13 tahun terpaksa harus bekerja.
Ia bangun pukul 5 pagi untuk mengendarai sepeda ke pasar dengan sekeranjang barang dagangan. Di sana ia memasang meja kecil untuk menjual sabun, lilin, dan benang.
Di Tahun 1943, ia memperluas bisnisnya. Dari Cebu, ia akan melakukan perjalanan melelahkan dengan sebuah kapal kecil yang disebut batel ke Manila. Itu merupakan perjalanan selama lima hari! Dan di Manila, ia akan membeli barang-barang yang dapat ia bawa untuk dijual di Cebu.
Secara cepat, saat ini John Gokongwei memimpin sebuah imperium multi-mliyaran yang terdiri dari Cebu Pacific, Sun Cellular, Universal Robina, Robinsons mal (yang jumlahnya lebih dari satu), dan sebagai tuan rumah bagi perusahaan-perusahaan lain. (Saya suka cemilan Jack n Jill, karena itu saya adalah seorang penggemar.) Bagaimana hal itu terjadi? Bagaimana bisa Cebu Pacific (maskapai penerbangan yang membuat harga tiket penerbangan menjadi sangat terjangkau) dimulai dari menjual kacang? Bagaimana bisa mal-mal Robinsons dimulai dari sebuah meja kecil di pasar?
Sederhana: John Gokongwei memulai hal kecil namun mempunyai impian besar. Impiannya begitu kuat, hingga hal itu memotori kehidupannya sehari-hari. Ia bekerja keras untuk membuat impiannya menjadi kenyataan.
Dan itu merupakan sebuah prinsip umum yang dapat Anda kembangkan.
Apakah Anda ingin menjadi sukses dalam hidup?
Mulai hal kecil, punya impian besar.
1) Mulai Hal Kecil
Saya kenal seorang yang sangat tidak sabar yang melakukan hal sebaliknya: Ia senang memulai sesuatu yang besar. Saya melihat pria ini setiap hari. Kapan? Ketika saya bercermin!
Ya, inilah kelemahan saya, dan saya telah membayar mahal untuk itu. Tapi saya belajar dari pengalaman. Inilah alasan mengapa kita perlu memulai dari yang kecil: Karena di awal masa pembelajaran kita, kita akan gagal. Anda bisa jadi mempertaruhkan hidup Anda untuk itu. Pemula akan gagal, titik. Namun jika kita mulai dari yang kecil, kegagalan kita tidak akan menghancurkan kita. Tapi jika kita langsung memulai yang besar, kegagalan kita akan besar juga, dan kita mungkin akan menyerah. Percayalah, dalam bisnis saya, saya telah kehilangan jutaan karena saya tidak tahu bagaimana memulai dari kecil. Saya tidak akan lupa pelajaran ini karena biaya les yang saya keluarkan sangat mahal!
2) Miliki Impian Besar
Saya kenal beberapa orang yang mempunyai impian-impian sederhana.
Dan impian-impian sederhana ini tidak terjadi. Karena sejak awal, mereka tidak cukup semangat. Bahkan mereka tidak sempat 'lepas landas'.
Ini yang saya temukan: Impian kecil memikat orang kecil. Impian besar memikat orang besar. Dan juga semua sumber daya besar yang ada di jagat raya.
Dalam pelayanan saya bagi Tuhan, saya belajar bahwa lebih mudah untuk mengumpulkan dana 1 juta Peso daripada 100.000 Peso. Dan lebih mudah untuk mengumpulkan 10 juta Peso daripada 1 juta Peso.
Teman, ukuran Anda tidak masalah.
Yang jadi soal adalah ukuran impian Anda.
Sebagaimana Anda bekerja dan berfokus pada impian Anda, Anda bertumbuh menjadi sebesar impian Anda.
Sebagaimana Anda menumbuhkan impian Anda, Anda juga akan terus bertumbuh.
Sebagaimana Anda mengembangkan impian Anda, Anda juga akan terus berkembang.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
BO SANCHEZ
(Diterjemahkan Oleh: Jessica J. Pangestu)
Sumber: Milis Bo Sanchez
Kamis, Maret 20, 2008
SEKAPUR PINANG DARI PASTOR MANS WERANG, CM
Menyampaikan kisah adalah cara paling sederhana untuk memahami hidup ini dengan lebih utuh, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk memberi pesan bagi kehidupan kita. Melalui berbagai peristiwa dalam pelayanan kami di Papua New Guinea, Keuskupan Daru-Kiunga, Western Province, kami ingin menyampaikan kisah tentang pernik-pernik pengalaman berjumpa, mengalami dan melayani mereka. Melayani mereka adalah suatu rahmat tersendiri bagi kami, meskipun berbagai kesulitan dan tantangan sering kami alami; seperti kehidupan mereka yang unik, kultur dan bahasa yang berbeda, dan lingkungan tempat tinggal yang sangat menantang. Namun, ketika kami merenungkan kembali berbagai pengalaman tersebut ada makna yang mendalam, karena dibalik itu semua ada sajian santapan rohani yang dihidangkan oleh mereka untuk dinikmati.
Menceritakan kehidupan orang-orang Papua adalah menyampaikan kisah tentang kekayaan hati mereka. Kekayaan hati mereka ini akan kami rangkum dalam sajian kisah “I LIKE IT”. Hidangan yang disajikan ini bukan hidangan seperti hamburger, Pitza Hut, atau fried chicken , yang membuat kita setelah makan masih tetap lapar, dan ingin untuk makan lagi. Tetapi hidangan yang kami berikan ini bernuansa gaya Papua yang memberikan kepuasaan bagi jiwa yang sedang mencari. “I LIKE IT” ingin menyampaikan kisah bahwa kehidupan orang-orang Papua adalah kehidupan yang unik, dan khas. Panas! Sarana transportasi yang sangat terbatas! Akses tempat tinggal yang sangat jauh sehingga harus berjalan kaki berjam-jam! Makan makanan yang kadaluarsa! Hidangan yang disajikan hanya pisang, sagu dan jenis umbi-umbian! Dengan kata lain semua keunikan dan kekhasan itu harus membuat kami suka dan dengan senang hati melakukannya, karena tidak ada pilihan lagi selain menikmati.
Kisah-kisah yang ditampilkan bukanlah kisah-kisah tentang heroisme, tetapi kisah tentang kehidupan dan religiositas keseharian mereka. Kisah tentang bagaimana kehidupan mereka yang dekat dengan alam. Kisah tentang semangat keramahaan yang ditampilkan ketika menjamu para tamunya dengan tarian, daging tikus, sagu, pisang dan umbi-umbian. Kisah tentang sulitnya sarana transportasi, dan kisah tentang kehidupan iman mereka. Namun, kisah-kisah ini memiliki gaung yang mendalam karena merefleksikan tentang makna hidup manusia. Makna hidup itu ditemukan dalam tugas-tugas keseharian, dalam rutinitas dan dalam kesederhanaan mereka.
Mother Theresa pernah berkata “...Ordinary things with extraordinary love, simple things with great love. It is not success that counts, but our faith... I remember one of you who once come to me and said mother Theresa, my vocation is to serve the lepers. No...I answered him your vocation is to belong Jesus” (Magazine, 30days in the church and In the World, 2008).
Seperti itulah semangat yang coba kami hayati dalam pelayanan dan kisah-kisah kami. Keyakinan bahwa dalam kesederhanaan dan rutinitas kita memiliki peluang untuk menjadi besar dengan jalan melayani orang lain dengan cinta yang lebih besar, dan melaksanakan rutinitas dengan kesetiaan. Disinilah letak kebesaran jiwa kita. Disini pula hati kita menjadi seperti orang Samaria yang berani membungkuk ke bawah, membantu, menolong, merawat dan menyembuhkan luka-luka mereka, bukan untuk mendapat penghargaan, atau bukan ingin menjadi orang terkenal, namun semata-mata cinta kepada Allah dan sesama.
Kisah-kisah yang kami tuturkan ini dapat kami rangkum menjadi sebuah buku, karena rahmat dan cinta Tuhan. Kebaikan itu dapat kami rasakan dalam perjumpaan dan pengalaman hidup dengan orang-orang Papua. Mereka mengajarkan nilai dan kebajikan hidup. Benar! Apa yang dikatakan oleh St. Vinsensius bahwa orang miskin adalah guru dan majikan kita. Kami sungguh-sungguh mengalami dan merasakan orang-orang miskin telah banyak mengajarkan kami tentang nilai-nilai injil. Wajah mereka yang sederhana, adalah tampilan wajah Kristus sendiri yang mengundang kita untuk tetap setia seperti orang samaria yang berani menunduk dan melayani mereka dengan kebesaran jiwa. Kami juga mengalami kebaikan melalui Ibu Melly Wijaya yang dengan giat membantu kami untuk mempublikasikan kisah-kisah kami; juga romo Sad Budianto, CM, yang selalu dengan senang hati menanti kiriman kisah-kisah dari kami, dan menuliskan kata pengantar untuk buku kami, dan juga para romo CM yang selalu setia membaca kisah-kisah kami di mailing Lazaris group dan memberi apresiasi yang mendalam untuk terus melanjutkan kisah dan merefleksikan hidup ini. Tanpa mereka semua karya sederhana kami ini tidak pernah menjadi sebuah buku untuk disajikan sebagai menu untuk hidangan bagi jiwa yang sedang mencari.
Sekapur pinang! Demikian judul pengantar dari kami. Sekapur pinang adalah symbol kesederhanaan orang Papua. Mereka menikmatinya dengan kegembiraan di mana saja mereka ingin menikmati, mereka akan melakukannya. Tidak peduli apa kata orang lain tentang sirih pinang! Mereka juga tidak terlalu peduli dengan stigmatisasi orang lain terhadap hidup mereka, sebagai orang miskin, sebagai orang yang tidak tahu menjaga kebersihan, sebagai orang yang tidak tahu merawat diri, sebagai orang yang kurang berpendidikan, atau sebagai orang yang masih terbelakang. Karena itulah ungkapan kesederhanaan mereka yang membuat hidup mereka tetap hidup. Dalam konteks demikian “sekapur pinang” kami tulis sebagai kata pengantar; hanya untuk mengatakan kami menuturkan kisah dengan kegembiraan, karena kami menemukan makna yang mendalam dibalik semua peristiwa. Selamat menikmati hidangan kami dengan kegembiraan pula.
Papua New Guinea
Mans Werang,CM
Pastor Paroki St. Yohanes, Matkomnai, Keuskupan Daru-Kiunga, Western Province, Papua New Guinea. (ahmans2006@yahoo.com.au) atau (belina_cm@dg.com.pg)
Kiriman dari: Titi (Paroki Maria Bunda Karmel, Jakarta)
Rabu, Maret 19, 2008
KABAR BAIK DARI PAPUA NEW GUINEA
Kabar baik dalam masa pra-paskah yang sangat menggembirakan kita semua yang saya terima dari Titik, teman kita satu perjuangan di dalam kepanitian Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) angkatan ke-7 Paroki Kristus Salvator-Jakarta, adalah diterimanya artikel bacaan rohani untuk mengisi blog ini dari seorang Pastor Congregasi Misi (CM) yang saat ini sedang bertugas di Papua New Guinea, negara tetangga kita. Atas kebaikan Tuhan Yesus melalui Pastor Mans Werang, CM dan Titik, sebentar lagi kita akan menikmati hidangan tulisan-tulisan Pastor yang berkisah tentang kehidupan dan religiositas keseharian orang-orang Papua; Kisah tentang pernik-pernik pengalaman Pastor Mans Werang berjumpa, mengalami dan melayani saudara-saudara kita di Papua. Sungguh menarik tentunya bukan ? Thank You, Lord.
Pada kesempatan ini kami alumni KEP Paroki Kristus Salvator, khususnya Panitia KEP-7 sebelumnya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Pastor yang telah men-sharing-kan pengalaman rohaninya dalam misi kepada kami. Kebaikan Pastor telah memotivasi dan memberikan dukungan kepada kami untuk terus mengisi dan memelihara blog ini. Melalui blog ini kami mau ber-introspeksi, belajar, memberitakan kebaikan Tuhan dan bertumbuh bersama serta mendapatkan kekuatan dalam iman kepada Yesus. Kekuatan dalam Tuhan sangat kami perlukan bagi perjalanan hidup dan karya kami di dunia ini mengarungi gelombang kehidupan sampai dengan akhir hayat kami. Kami memang harus terus berjuang untuk sampai pada akhirnya Tuhan menjumpai kami dalam keadaan tetap setia kepada-Nya. Roh Kudus kami mohonkan kekuatan dan bimbingan-Mu agar senantiasa mampu mengatasi godaan dan cobaan dalam perjalanan hidup kami di dunia ini.
Sebelum membaca tulisan Pastor nanti, berikut ini adalah informasi diri dan karya dari Pastor Mans Werang, CM:
Mans Werang, CM, Lahir, Lebao Solor, 10 Oktober 1976. Setelah menyelesaikan pendidikan di Seminari Menengah San Dominggo Hokeng, pada tahun 1997 bergabung dengan CM (Congregasi Misi). Menyelesaikan pendidikan Filsafat dan Teologi di STFT Widya Sasana Malang pada tahun 2006. Pada tanggal 30 Agustus 2006, ditahbiskan menjadi imam CM di Surabaya, dan mendapat tugas berkarya menjadi misionaris di Papua New Guinea. Mulai menulis sejak SMA Seminari, beberapa tulisannya pernah dimuat di harian surat kabar, seperti “Pos Kupang”, “Banjarmasin Post”, “Surabaya News”, dan beberapa majalah seperti, “Educare”, Rohani, “Serikat Kecil”, “Lazaris”, dan pernah menulis reportase untuk Majalah Hidup. Sekarang bertugas sebagai Pastor Paroki St. Yohanes, Matkomnai, Keuskupan Daru-Kiunga, Western Province, Papua New Guinea. (ahmans2006@yahoo.com.au) atau (belina_cm@dg.com.pg).
Selamat mengikuti artikel dari Pastor Mans Werang, CM yang rencananya pada setiap hari Senin akan dapat kami sajikan.
Salam dalam Kristus,
Andreas Andy S.
Jumat, Maret 07, 2008
SEMINAR KATOLIK
BEBERAPA SIMBOL DALAM GEREJA
NIMBUS
Kata "Nimbus" dipakai untuk menunjuk pada lingkaran yang mengelilingi kepala Tuhan, Bunda Maria dan para orang kudus. Kita melihat dalam banyak gambar orang kudus, ada lingkaran yang mengelilingi kepala. Itulah Nimbus yang mau menunjukkan bahwa kemuliaan Ilahi ada dalam diri mereka itu.
XP
Kerap kita melihat simbol PX, yakni huruf P ditempatkan persis di tengah huruf X, sehingga, menjadi PX sebagaimana yang terlihat pada gambar. PX ini sebenarnya berasal dari kata YUNANI "Christos" yang berarti Kristus. Tetapi kata Yunani Christos ditulis demikian XPIETOE (dibaca Christos). Maka jelaslah XP itu adalah dua huruf pertama dari Kristus dalam huruf Yunani. XP menunjuk pada Kristus.
IHS
IHS kerap dihubungkan dengan singkatan Iesus Hominis Salvator yang berarti "Yesus Penyelamat Dunia". Itu juga diasosiasikan dengan kata "In Hoe Signo" (Vinces), yang berarti "Dengan Tanda Ini" (kamu akan menang), kata yang dipakai oleh Kaisar Romawi pertama yang menjadi Kristen, yakni Kaisar Konstantinus Agung. Tanda yang dimaksud adalah tanda salib. Tetapi sebenarnya IHS adalah tiga huruf pertama dari nama Yesus dalam huruf Yunani. Kata latin dari Yesus adalah IESUS. Nah dalam bahasa Yunani I sama dengan I, E sama dengan H, dan S tetap sama dengan S. Maka kita mendapatkan IHS. Jelaslah bahwa IHS menunjuk pada Yesus.
Dikutip dari: Percikan Hati, Vol 6 No.05, Januari 2008
(Kiriman dari: AChi)
Sabtu, Maret 01, 2008
TERIMA MUKJIZAT TERBAIK UNTUK HIDUPMU
Jangan menyerah. Lakukan yang Anda bisa. Dan biarkan Tuhan memberi
kejutan bagi Anda!
Andrea Helene Gogna menunjukkan pada kita bahwa tak ada yang mustahil
bagi Tuhan.
Hal itu sungguh benar.
Tawa dapat menghapus jutaan tetes air mata.
Mari saya perkenalkan Anda pada bayi Andrea Helene Gogna. Ia adalah
malaikat cantik Arun dan Lalaine Gogna. Arun Gogna adalah salah satu
pengkotbah Kerygma yang luar biasa dan Lalaine adalah salah satu teman
baik isteri saya.
Tidakkah Anda perhatikan?
Akhir-akhir ini, para orang tua memberi minimal dua nama bagi bayi
mereka. Saya pernah seorang bayi dengan hanya satu nama. Tapi
setelah penantian panjang selama 9 tahun, Arun dan Lalaine bisa
memberi 9 nama bagi buah hati mereka, dan tak seorangpun komplain.
Ya, selama 9 tahun, mereka berdoa untuk memiliki seorang bayi.
Selama 9 tahun, mereka rindu sekali untuk mengisi rahim yang kosong.
Selama 9 tahun, mereka mengunjungi banyak dokter, diinjeksi, mengikuti
prosedur medis yang menghabiskan banyak biaya.
Dan tak satupun dari semua itu berhasil. Tak satupun!
Saya ingat saat-saat menyedihkan ketika isteri saya menelepon Lalaine
untuk menghiburnya. Apa yang harus ia katakan? Kata-kata apa yang
dapat mengatasi kesedihan yang sangat dalam itu? Yang terjadi, kedua
wanita itu akan menangis bersamaan di telepon.
Justru di saat mereka menyerah dan tidak lagi mengikuti prosedur medis
- Andrea Helene muncul dalam dunia mereka.
Waktu baru menunjukkan pukul enam pagi ketika Lalaine membangunkan
Arun. Ia memegang strip tes kehamilan mungil berwarna putih di depan
wajah Arun. Dengan air mata berlinang dan dengan suara gemetar, ia
berkata, "Sayang, ada dua garis biru... Itu artinya kamu adalah seorang
ayah..."
Mereka belum pernah melihat dua garis sebelumnya.
Selama 9 tahun, strip tes kehamilan mungil berwarna putih itu selalu
menunjukkan satu garis.
Dengan penuh kegembiraan, Arun bertanya pada isterinya, "Kamu yakin
kamu tidak menggambar garis kedua itu?"
Selama 9 tahun penantian itu, mereka menyeka banyak kali tetesan air
mata.
Namun pada hari yang menyenangkan itu, tawa mereka menghapus semua air
mata mereka.
Minggu lalu, saya menghadiri pembaptisan Helene.
Tapi itu bukan hanya sebuah pembaptisan.
Itu merupakan suatu perayaan iman.
Mukjizat itu masih terjadi.
Sebagaimana saya menulis kisah ini, saya tahu bahwa ada banyak orang
tua yang membaca ini yang sedang berdoa untuk memiliki seorang bayi.
Mungkin lebih dari 9 tahun.
Saya punya tiga hal untuk dikatakan pada Anda.
Pertama, jangan kehilangan harapan.
Sama sekali tak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Kedua, lakukan yang Anda bisa.
Untuk beristirahat secara fisik, Prof. Arun berhenti dari pekerjaannya
sebagai pengajar di La Salle dan Dra. Lalaine mengurangi jam kerja
klinik giginya. Ia juga melakukan operasi untuk mengangkat myoma
dalam rahimnya.
Tapi pada akhirnya, mereka bersandar pada Tuhan.
Ketiga, biarkan Tuhan memberi kejutan bagi Anda.
Saya punya teman-teman lain yang selama bertahun-tahun berdoa bagi
anak-anak mereka.
Bagi beberapa mereka, Tuhan memberi mereka kejutan mukjizat adopsi.
Teman, adopsi adalah salah satu ekspresi cinta terbesar di seluruh
dunia. Saya serius. Bagaimana mungkin Anda menyambut seorang asing
dalam rumah Anda dan menjadikannya darah daging Anda? Hal ini
merupakan tindakan tidak masuk akal yang hanya dapat dilakukan oleh
Yang Maha Kuasa.
Tapi itulah sebabnya mengapa adopsi mempunyai sidik jari Tuhan di atas
semuanya.
Teman, Anda mungkin tidak berdoa untuk memiliki seorang bayi.
Mungkin Anda berdoa untuk kesembuhan.
Mungkin Anda meminta sebuah pekerjaan yang baru.
Mungkin Anda ingin berimigrasi ke negara lain.
Mungkin Anda ingin menikah.
Saya punya tiga kalimat yang sama bagi Anda.
Jangan menyerah.
Lakukan yang Anda bisa.
Dan biarkan Tuhan memberi kejutan bagi Anda.
Tugas Anda adalah menyambut mukjizat terbaikNya bagi hidup Anda.
Semoga mimpi Anda menjadi kenyataan,
BO SANCHEZ
Terjemahan Oleh: Jessica J. Pangestu
(Dikutip dari milis Bo Sanchez)
BAGAIMANA MENJADI SEBUAH MAGNET BERKAT
6 STRATEGI UNTUK MENJADI POSITIF DALAM DUNIA YANG NEGATIF
Saya tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Saya membaca pesan pada HP saya.
"Ms. Chiqui Lara, jam 7:30 pagi, Hotel Intercon."
Saya akan makan pagi bersama Presiden dan CEO sebuah perusahaan multi-
nasional yang berbasis di London.
Saya mulai berandai-andai.
Saya membayangkan wanita yang menduduki jabatan Presiden ini pastilah
seorang yang berpostur tinggi, impresif, wanita hebat dalam balutan
setelan berwarna gelap, bersepatu tumit tinggi, lengkap dengan tas
kantor dari kulit.
Saya sangat kaget ketika berjalan masuk seorang wanita yang usianya
terlihat tidak lebih dari kepala 5 (menurut saya), mengenakan blus
putih polos, celana panjang hitam, dan sebuah senyuman yang lembut.
Tanpa make-up. Tanpa perhiasan. Tanpa tas kantor.
Ia menghampiri saya dan mengulurkan tangannya. (Juga tidak bercat
kuku.)
Segera, saya merasakan sesuatu yang spesial dari wanita ini.
Apakah itu kedamaian batin?
Saya baru tahu mengapa setelahnya.
Dua tahun lalu, Chiqui didiagnosa terkena kanker.
"Persisnya dua kanker utama," katanya. Artinya dua tumor ganas
tumbuh dalam ovarium dan rahimnya pada saat yang bersamaan.
Semua orang mengira akan melihat seorang wanita yang hancur.
Namun sebaliknya, justru pada masa pencobaan itu orang-orang melihat
betapa luar biasa positifnya Chiqui.
Mata saya mulai basah (yang saya seka ketika ia tidak melihat)
mendengarkan ia menuturkan bagaimana keluarga dan para sahabatnya
mengasihinya di saat ia membutuhkannya. "Bo, saya dikelilingi oleh
kasih yang luar biasa!"
Hari ini, kankernya tidak ada lagi.
Saya bertanya padanya, "Chiqui, apa yang membuat Anda menjadi seorang
yang begitu positif?"
"Keluarga saya," ia tersenyum. "Saya menerima cinta yang melimpah
dari mereka."
Ia memberi sebuah contoh yang sangat luar biasa tentang kasih yang ia
alami.
"Natal bertahun-tahun yang lalu, sebuah panti asuhan mengadakan suatu
program yang disebut Share-A-Home (Berbagi Sebuah Rumah). Hanya
selama liburan Natal, orang tua saya sepakat untuk menerima dua anak
yatim piatu, kembar laki-laki, berusia satu setengah tahun. Tapi
setelah satu minggu berlalu, ibu saya tidak mengembalikan mereka ke
panti asuhan. Kedua anak kembar itu harusnya tinggal bersama kami
selama satu minggu. Mereka telah tinggal bersama kami selama 25
tahun."
Ia juga menceritakan pada saya kisah lain yang menyentuh.
"Ayah saya meninggal dalam usia 72. Pada hari terakhir pemakaman,
keluarganya yang lain muncul. Seorang wanita dan tiga anak..."
"Oh tidak...," kata saya.
"Ya. Kami sangat terkejut."
"Tak seorangpun mengetahuinya?" tanya saya.
"Tak seorangpun tahu. Ayah saya selalu pulang ke rumah setiap hari.
Jadi ketika keluarganya yang lain muncul, saya ingat kalau saya
berbicara pada ibu saya dan bertanya, "Apa yang harus kita lakukan?"
Ibu saya menjawab singkat, "Saya sudah memaafkannya."
Saya melongo.
"Ya," kata Chiqui, "Itulah tipe ibu yang saya miliki. Ia memiliki
kasih yang melimpah untuk diberikan. Sekarang Anda tahu mengapa saya
seperti ini."
"Amin."
"Saya sangat diberkati, Bo. Saya sungguh diberkati"
Dalam usia 32, ia sudah menjadi seorang Presiden dari sebuah
perusahaan periklanan raksasa, dan kemudian, sebagai Vice Chairman.
Sekarang, ia adalah Presiden dan CEO dari sebuah perusahaan fantastis,
Y&R Philippines, bagian dari perusahaan multi-nasional yang sudah
berumur 60 tahun.
Dalam terminologi saya, Chiqui adalah sebuah "Magnet Berkat".
Mengapa? Karena ia menarik banyak berkat dengan caranya berpikir,
merasa, percaya, dan bertindak.
Berikut adalah 6 cara bagaimana Anda dapat menjadi sebuah magnet-
berkat, dan menjadi positif dalam sebuah dunia yang negatif:
1. Rasakan cinta. Terima cinta dari orang-orang di sekeliling Anda,
tidak perduli betapa kecil dan tidak sempurnanya cinta itu. Rayakan
setiap isyarat cinta yang Anda terima. Jadikan itu sebagai suatu hal
besar! Dan Anda akan menemukan bahwa Anda akan menerima cinta yang
lebih dan lebih lagi.
2. Bersyukur. Bersyukurlah untuk setiap berkat kecil yang Anda
terima. Sebelum tidur, hitunglah paling tidak 5 berkat yang Anda
terima pada hari itu. Bahkan bersyukurlah untuk hal-hal buruk, karena
pasti ada berkat di dalamnya. Rasa syukur menarik leibh banyak berkat
untuk menghampiri Anda.
3. Percaya. Ya, lakukan semua yang dapat Anda lakukan! Tapi pada
akhirnya, berhentilah merasa kuatir. Sebaliknya, bersandar dan
percayalah pada Tuhan. Percaya bahwa yang terbaik akan datang.
4. Miliki sebuah visi. Saat Anda mempunyai sebuah visi yang
terperinci, tergambar, mengobarkan semangat dalam hati Anda, Anda
pasti akan menjadi positif. Dan ini adalah pengalaman hidup saya yang
sangat nyata: Visi yang sangat kuat dalam bayangan Anda akan menarik
semua berkat yang Anda butuhkan untuk memenuhi visi tersebut. Anda
akan terkejut. Berkat-berkat itu akan datang begitu saja, bergulir ke
kaki Anda, memohon Anda untuk menerimanya.
5. Cintai diri Anda. Bersungguh-sungguh dalam mencintai diri Anda.
Hormati diri Anda. Jangan meremehkan diri Anda, jangan membatasi diri
Anda, dan jangan menghina diri Anda. Penuhi kebutuhan Anda.
Perhatikan diri Anda dengan seksama. Jika Anda lakukan itu, orang
lain akan menghormati Anda, mencintai Anda, dan memenuhi kebutuhan
Anda juga.
6. Cintai orang lain. Apapun kasih yang Anda beri, Anda akan
menerimanya kembali berlipat-ganda. Karena itu bangunlah setiap pagi
karena Anda ingin mencintai. Jadikan cinta sebagai tujuan hidup
Anda. Ketika Anda menjadikan cinta sebagai alasan untuk segala
sesuatu yang Anda lakukan, sekalipun jika badai gelap menyelimuti
Anda, matahari akan selalu bersinar dalam hati Anda.
Semoga mimpi Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
Terjemahan oleh: Jessica J. Pangestu
(Dikutip dari milis Bo Sanchez)
