To All of You,

Dengarkan Musik Ini

Super Mario Game

INFO SINGKAT

Beri Masukan Untuk Kami

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 14, 2008

HATI SEBAGAI HAMBA



Topik ini adalah kiriman dari teman kita, Loly, yang diperoleh dari mengikuti seminar pada bulan Juni 2008 di Shekinah-Jakarta yang dibawakan oleh Bapak Benyamin Ratu.

Membaca dari tulisan terlampir di bawah ini, Topik “Hati Sebagai Hamba” ingin memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan hal-hal yang perlu disadari sebagai pelayan Tuhan atau dalam melayani Tuhan atau pelayanan.

Melayani Tuhan atau seorang pelayan Tuhan harus memiliki kesadaran dan mempunyai komitmen akan hal-hal diantaranya sebagai berikut:

1. Kerelaan diri menjadi pelayan atas orang lain
2. Mau melepaskan hak individunya/kehendak bebasnya
3. Perilakunya yang benar sesuai dengan perkataannya dan rendah hati
4. Mengerjakan pekerjaan Tuhan tanpa pamrih dalam bentuk apapun
5. Siap menderita karena tugas dan tanggung jawab pelayanannya
6. Mengerjakan pekerjaan Tuhan dalam kekudusan

Salah satu paragraf dari tulisan tersebut yang mungkin dapat menjadi renungan bagi kita adalah:

“Ketika kita mulai belajar untuk menjadi pelayan atas orang lain, mulanya memang kita dengan sukacita menerima dan melakukannya. Namun bila kerelaan itu memudar atau menghilang dari diri kita, maka kita akan berpikir bahwa sepantasnyalah kita yang harus dilayani, karena kita telah menghasilkan prestasi yang luar biasa di dalam pelayanan.”


Selamat membaca dan merenungkannya !
Andreas Andy S.

Download “Hati Sebagai Hamba”, click di sini

Sabtu, Mei 10, 2008

KERENDAHAN HATI

...sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yoh 13:15)

Suatu ketika kantor saya mengadakan acara gathering. Pakaian yang disarankan adalah casual karena kebetulan acara berlangsung di luar ruangan.

Dalam acara itu, kami juga mengundang beberapa rekan kerja level manajerial dari daerah lain. Namun salah satu undangan datang dengan pakaian formal - berjas dan berdasi. Dari cara berpakaiannya saja semua langsung tahu kalau undangan ini adalah seorang direktur. Beberapa rekan panitia yang bertugas merasa sungkan dan meminta atasan dari level yang sama untuk menyapanya.

Kita pun sering bersikap sama. Ketika dalam suatu acara kita melihat orang yang terlihat "lebih", kita merasa minder dan sungkan menyapa. Lewat tradisi pencucian kaki, Yesus ingin menjadikan diri-Nya sama seperti murid-murid-Nya. Ia tahu bahwa apabila Ia menyandang gelar "Anak Allah", maka akan timbul penolakan. Lihat saja dalam Injil, orang Yahudi spontan menolak-Nya ketika Yesus menyatakan diri-Nya adalah Mesias.

Karena itu kerendahan hati sangatlah penting dalam pelayanan. Bukan hanya karena Tuhan mengajarkan kita untuk tidak bersikap sombong, tetapi juga karena dengan kerendahan hati kita akan lebih mudah diterima oleh orang lain. Ketika mereka sudah menerima kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mewartakan kabar gembira Tuhan. (Ch)

Apakah saya sudah cukup bersikap rendah hati ?


Sumber: "Bahasa Kasih" - Maret 2008, Renungan Harian Berdasarkan Kalender Liturgi

Chat on MSN, YAHOO, AIM with eBuddy